Wednesday, October 20, 2010

Summer in seoul


Waktu ke gramedia beberapa hari yang lalu, entah kenapa aku tertarik mencari buku pada pojok rak yang berderet buku fiksi yang dikategorikan entah novel remaja atau novel dewasa. Perhatianku kemudian tertuju pada buku karangan Ilana Tan. Bentuknya sih seperti tetralogi gitu, tapi sebenarnya buku yang satu dengan yang lainnya isinya gak sama.
Hummm.. mungkin mengawalinya aku memilih summer in seoul, ya ceritanya ringan gitu lah. Berisi tentang cinta-cintaan. Cerita yang sering ditemukan diberbagai judul novel. Tapi hal yang bikin salut, pengarangnya menggambarkan kedua negara latar dari ceritanya dengan baik. Hal yang jadi pertanyaan sekarang, pengarangnya langsung survey kelapangan secara dadakan untuk sekedar tulisannya, atau memang pengarang itu mengenal baik negara-negara yang jadi setting cerita di novel itu. Salut deh untuk itu.
Hal lain yang sebenarnya perlu direnungin sih. Novel itu mengajarkan kita untuk belajar mengenal seseorang dari berbagai sudut pandang. Hal pertama yang kalian dengar tentang seseorang itu gak bisa langsung dijadikan referensi. Hal yang umum orang gembar gemborkan, tapi hal itu pula yang paling susah untuk diaplikasikan kediri kita sendiri.
Satu lagi, apa iya kalau kita sering bersama seseorang. Bisa aja rasa-rasa yang sebenarnya gak kita harapin bisa muncul? Jujur aja nih ya, selama ini ada beberapa kali aku memaksakan situasi itu kediriku sendiri, tapi entah kenapa pasti gak berhasil.
Hahaha. Mungkin 'proses' lebih bisa aku pegang ketimbang sekedar kebiasan bersama :)
Heuu,, malah melenceng dari topik. Sebenarnya aku bukan penggemar artis-artis korea yang banyak orang-orang elukan itu. Hal yang paling aku suka kalau ngeliat serial-serial korea itu entah arsitektur bangunannya, makanannya, sama pemandangannya. Kalau untuk fashion, aku masih cinta batik kok. hehehe
Pengen deh ke Korsel, pengen buktiin aja. Apa iya pemandangan disana seperti yang mereka sering gambarkan diserial-serial itu. Apalagi kalau lagi winter. Hauuu... mauuu :)


Monday, October 18, 2010

Sebaiknya Dia Tidak Berbuat Sebaik Ini

Coba saja dia bisa bersikap wajar. Pengharapan yang dulu dikubur dalam-dalam mungkin gak terungkit lagi
Gak pernah ada pikiran untuk merusak yang sudah terbentuk kok, gak pernah ada keinginan untuk menyakiti siapapun
Hal yang aku tahu semuanya bahagia bukan, setelah berakhir dengan kejelasan yang ternyata semua berawal dari kesalah pahaman dan sakit hati diantara kalian. Bukankah itu hal yang seimbang dengan usaha yang kalian berikan?? :)
Sebenarnya manusia mana sih yang bisa terima dengan kejadian seperti itu? Ya apalagi manusia tak sabaran macam aku?
Aku yang terbiasa mendapatkan apa yang aku mau, terbiasa dengan impian yang selalu aku usahakan nyata, ternyata bisa menerimanya
Sebenarnya hal yang aku minta, bersikaplah wajar denganku. Jangan pernah kejadian ini bikin semua pihak merasa bersalah, entah itu aku atau yang lainnya
Semua sudah dewasa, semua sudah tau mana yang sebenarnya terjadi karena 'jalanNya' atau memang karena terpaksa bukan??
Selalu bahagia ya, doaku selalu untuk kalian :)
 
Designed by Lena Graphics by Elie Lash